Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

iridnes.

perempuan itu duduk sendiri oh tidak, tentu saja tidak tentu saja ia tak khawatir akan sepi kopi dan langit itu akan selalu menemani dan lagipula, ia sudah terbiasa sendiri bila saja ia mampu dan mau membuka hatinya tentu saja walaupun seorang, ia tak akan sepi ia tak akan sendiri bila saja ia mau menggunakan hatinya dan tak hanya otaknya ia pasti mampu melawan ego memang kenapa dengan ditemani seorang? memangnya sebegitu sulitkah meluangkan waktu untuk orang lain? atau, ia memang hanya mencintai sepi? atau, ia hanya harus menerima diri? perempuan itu sesungguhnya tak ingin sendiri dia sendiri yang bilang padaku perempuan itu sungguh ingin merasa dicintai namun ia terlihat tak percaya diri bagaimana mungkin ia berani meminta untuk dicintai? bahkan untuk mencintai dirinya sendiri ia tak mampu sebentar, tidak, tapi benarkah ia sudah terbiasa sendiri? kasihan sekali oh tidak, kasihan sekali ya mengasihani diri sendiri

Selesai.

Kau paham rasanya merindu pada bulan? Kau tetap merindu bahkan diantara kenyataanmu tidak akan pernah sampai padanya Bila kau mengerti, baguslah. Karena inilah yang benar aku rasakan saat ini Aku telah bertekad untuk meninggalkan, Menanggalkan perasaan bodoh ini. Sakit? Tentu. Tapi aku harap kalian tidak akan pernah mengalaminya Tidak sekarang, tidak juga nanti. Aku sudah keterlaluan Menyakiti hatiku Karena itu, aku akan berhenti. Aku hanya akan menjalani kenyataan Karena ini adalah kenyataannya. Membiarkan perasaan ini mengendap, agar kemudian mati dan tak terasa lagi.

bahagiamu

Dahulu, sesuatu itu menyenangkan. Rasanya, bahagia walaupun hanya melihatnya tertawa. Aku pertama kali melihatnya saat MOS dulu Ya, hampir 3 tahun yang lalu. Kau pasti tau arah pembicaraanku kan? Jangan bilang tidak. Karena kau pasti tau. Dan ya, ini memang tentang cinta. Ia tidaklah benar-benar tampan. Tapi, ia dengan senyumnya sudah jelas melekat pada ingatanku. Bahkan, pertama kali bertemu dengannya kukira itu cinta pada pandangan pertama. Tapi bukankah itu tak mungkin? Karena bagiku, cinta pada pandang pertama itu tak ada. Yang ada hanya suka. Kau katakan ia tampan. Kau katakan ia sempurna. Tanpa kau mengenal ia lebih dalam. Bagiku, itu semua omong kosong. Tapi kemudian aku melihatnya. Ia tak tersenyum. Ia juga tak lembut. Ia hanyalah, lelaki. Itu yang aku maksud. Tapi kemudian, tau-tau aku menyukainya. Tau-tau aku merindukannya. Apa? Kau bertanya apakah ia juga menyukaiku? Kau bertanya apakah ia juga merindukanku? Tunggu. Awalnya aku juga mempertan...

salahkan

-Ketika seorang sahabat pergi meninggalkanmu, jangan pernah salahkan ia atas pengkhianatannya atasmu. Salahkan dirimu sendiri, yang tak pernah bisa menjaga hatinya.- Aku kehilangannya. Salah seorang dari sedikit sahabatku Ya, mungkin ini akan selalu jadi salahku Tapi, sungguh. Aku sudah berusaha semampuku untuk mempertahankannya. Menjaga hati dan perasaannya. Mecoba memahami dan mengerti bagaimana sifatnya. Aku paham. Aku hapal betul bagaimana ia terkadang bisa begitu sensitif terhadap suatu hal kecil. Aku menyayanginya, sungguh. Aku mempercayainya. Sebagaimana ia percaya untuk menaruh kepercayaannya padaku. Dan itulah yang bisa membuat sangat sakit. Bagaimana bisa seseorang yang sudah sangat dipercayai kemudian pergi dan meninggalkan? Bukankah keterlaluan bila hanya salah seorang yang terus menerus meminta maaf dan terabaikan? Bukankah tak adil bagi seorang yang terus menerus disalahkan dan ditinggalkan? Namun, setelah waktu berlalu. Aku mengerti Ini han...

Riddle Horror

anting Aku meraih pisau yang tadi sempat kutinggalkan sebentar. Sebenarnya, aku suka sekali memasak. Hanya saja saat benar-benar kelaparan, keinginan untuk memasak akan bertambah kuat. Jadi, karena perutku sudah semakin kelaparan, aku juga semakin bersemangat mengiris daging yang akan kujadikan lapis ini. Aku sengaja menyalakan tv yang berada di dekat dapur agar aku tidak kesepian saat memasak. Aku menambah volume tv dan menaruh perhatian pada sebuah berita kriminal. Sebuah berita yang menayangkan sebuah kasus pembunuhan yang korbannya dimutilasi dan sampai sekarang pelaku masih belum ditemukan. Aku meringis, sungguh malangnya nasib mereka, korban mutilasi itu. Aku meraih pisau dan melanjutkan memasak. Namun,   tiba-tiba sepotong daging empuk terjatuh dikakiku. Yah, kotor lagi deh.. aku meraihnya, dan membawanya untuk dibersihkan lagi. Lalu aku menyadari, oh iya, antingnya belum kulepas… L, 070216

HAI

Hai, semua! setelah sekian lama aku ngebayangin buat bikin blog, akhirnya aku beneran bikin blog. yeay! sebenarnya gak muluk-muluk sih harapanku buat bikin blog ini. cuman pingin berbagi aja, walaupun mungkin bahkan hanya kalian-kalian aja yang buka blog ini, but still thxxx :) maaf kalau postan ku ga mutu, ato malah ga mutu banget. tapi bagiku, inilah gunanya blog. ga harus post sesuatu yang keren kok (krn w sdr tulisan w ga bgs ). but anyway, semoga kalian suka❤