-Ketika seorang sahabat pergi meninggalkanmu, jangan pernah
salahkan ia atas pengkhianatannya atasmu. Salahkan dirimu sendiri, yang tak
pernah bisa menjaga hatinya.-
Aku kehilangannya. Salah seorang dari sedikit sahabatku
Ya, mungkin ini akan selalu jadi salahku
Tapi, sungguh. Aku sudah berusaha semampuku untuk
mempertahankannya.
Menjaga hati dan perasaannya. Mecoba memahami dan mengerti
bagaimana sifatnya. Aku paham. Aku hapal betul bagaimana ia terkadang bisa
begitu sensitif terhadap suatu hal kecil.
Aku menyayanginya, sungguh. Aku mempercayainya. Sebagaimana
ia percaya untuk menaruh kepercayaannya padaku.
Dan itulah yang bisa membuat sangat sakit.
Bagaimana bisa seseorang yang sudah sangat dipercayai
kemudian pergi dan meninggalkan?
Bukankah keterlaluan bila hanya salah seorang yang terus
menerus meminta maaf dan terabaikan?
Bukankah tak adil bagi seorang yang terus menerus disalahkan
dan ditinggalkan?
Namun, setelah waktu berlalu.
Aku mengerti
Ini hanya tentang kebersalahan saja
Salahkan masing-masing yang tak pernah bisa saling
melindungi hati.
L, 17tahun.
You ain't losing any of your bitches, blog. Give her some time.
BalasHapus