perempuan itu duduk sendiri oh tidak, tentu saja tidak tentu saja ia tak khawatir akan sepi kopi dan langit itu akan selalu menemani dan lagipula, ia sudah terbiasa sendiri bila saja ia mampu dan mau membuka hatinya tentu saja walaupun seorang, ia tak akan sepi ia tak akan sendiri bila saja ia mau menggunakan hatinya dan tak hanya otaknya ia pasti mampu melawan ego memang kenapa dengan ditemani seorang? memangnya sebegitu sulitkah meluangkan waktu untuk orang lain? atau, ia memang hanya mencintai sepi? atau, ia hanya harus menerima diri? perempuan itu sesungguhnya tak ingin sendiri dia sendiri yang bilang padaku perempuan itu sungguh ingin merasa dicintai namun ia terlihat tak percaya diri bagaimana mungkin ia berani meminta untuk dicintai? bahkan untuk mencintai dirinya sendiri ia tak mampu sebentar, tidak, tapi benarkah ia sudah terbiasa sendiri? kasihan sekali oh tidak, kasihan sekali ya mengasihani diri sendiri
ucapkan selamat datang pada kebahagiaan.