Langsung ke konten utama

Curcol -Part 1



Halo!!
Setelah kaya ngerasa lama ga nulis apa-apa lagi akhirnya aku punya bahan buat ditulis, woohoo.
Karena berhubung sekarang banyak hati yang tersakiti karena IP dan hasil sbmptn kemarin. Ya! 2 hal itu pernah aku rasain yang rasa-rasanya mau bikin aku gila-ga selebay itu sih, tapi gitu deh.
So, first.
Aku mau berbagi pengalaman aja tentang sbmptn yang pernah aku lewatin.
Hmm, aku sebenernya jaman SMA itu anak ipa. Yah, ipa yang bukan ipa-ipa banget. Nilai mtk, bio, fisika, kimia ku juga sangat rata-rata. Jadi setelah give up pada snmptn yang aku ngerasa bgt ‘elah dahlah gabakal ketrima juga’ akhirnya aku nyerah dengan ngebiarin snmptn itu biar mamake dan bapake yang ngisi, dan yeah ofc seperti yang aku bilang aku ga lolos.
Tapi aku samasekali gasedih. Karena apa? Aku emang gapengen masuk prodi ipa. Aku pinginnya bahasa. Sastra inggris. Emang ngarep banget sih, tapi asal kalian tahu aku usaha banget kok buat ngewujudinnya.
Aku ikut bimbel yang khusus sbm itu, dan yea, dengan segala ke sok an ku, pas sbm, aku bilang, “shut, gampang betlah.”
Like wth jgn ditiru guys karena waktu nulis ini aja aku malu ngingetnya wkwk.
Itu semua berlaku waktu aku ikut sbm, simak, dan mandiri. Yang cuma aku lewatin kurang dari satu minggu.
Dan ga tanggung-tanggung, aku cuman milih sastra inggris di pilihan pertama dan sastra indonesia di pilihan kedua. Di semua ujian masuk itu.
Kemudian di hari h pengumuman. Udah dengan percaya diri, dengan semua ke takabbur-an ku (shut wkwk) aku cek hasilnya dengan santai dengan pikiran “halah pasti keterima, ‘bahasa’ doang”
Yah, silahkan dihina, gapapa, karena itu kenyataannya, aku emang ngerendahin bahasa, im sorry:( dan setelah ngerendahin itu, aku ga lolos.
Wtf.
Keluarga besar udah nyiapin makan-makan dan aku ga lolos. Rasanya kaya udah ga punya muka. Akhirnya karena gaberani telfon orang tua, aku whatsapp umiku. Dan balasan yang aku terima cuman 5 kata pendek.
“berarti rezekimu bukan disana, kak.”
Aku tau itu orangtuaku udah kecewa parah. Karena sebelumnya, aku emang ngotot banget di sastra. Padahal orangtua pengen banget anaknya masuk fk. Tapi ya gimana drpd malpraktik aku kan sadar diri:( dan inilah hasilnya. Esoknya aku ngecek hasil simak juga tetep sama, warna merah.
Buat kalian yang pernah ngerasain ditolak sbm, udahlah, itu aku rasa lebih sakit daripada ditolak cowo apa sebaliknya:( apalagi setelah kalian udah usaha dan doa yang parah.
Keadaanku abis itu? Gila, fvcked up, ya nangis-nangis parah lah. Kaya tiap sholat tuh nangis. Makan ga mood, padahal laper anjir. Mandi nangis, tiduran nangis, sampe gelesotan dilantai-gadeng, ga selebay itu kok sumpah.
Tapi ya sakit banget parah, ditambah karena ke takabbur-an ku yang kaya t*ai itu bikin aku makin stress lagi.
Lucky me, ada salah satu sahabatku yang selalu ngingetin aku buat inget sama Allah. Selalu ngingetin aku buat sholat hajat, sholat malem, dan selalu percaya sama apapun rencana Allah.
Awalnya emang berat, tapi karena emang nothing to do selain pasrah sama Allah, apalagi coba yang mau dilakuin?
Dan alhamdulillahnya, semua hal buruk itu cuman berlaku 2 hari. 2 hari setelahnya, aku liat pengumuman, and hell yea, aku keterima di ptn (yah, kalian taulah dimana yang aku maksud), walaupun itu sastra indonesia. Tapi kembali lagi, Allah pasti punya rencana lain buat aku. Jadi aku udah sangat-sangat bersyukur-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kutemukan seorang aku

aku menemukanmu di jalan-jalan panjang itu sebagai seorang anak kecil berbaju biru duduk bersembunyi di ujung belokan situ. aku menemukanmu di jalan-jalan panjang itu sebagai seorang remaja SMA berbaju rapih melongok kecil lewat sekat orang sana-sini menggenggam erat potongan disebut waktu. aku menemukanmu di jalan-jalan panjang itu sebagai seorang lelaki tampan nan bodoh menatap lewat celah dinding roboh sambil memeluk sebuah hangat kau s ebut aku. aku tidak menemukanku aku hanya menemukanmu bagaimana bisa kau sebut hangat itu, aku. aku sudah mengintipmu lewat mata, bibir, hidung, dan semua satuan bagianmu lain. sudah kutamati satu-satu, sampai kamu; kutemukan seorang aku pada sebuah tubuh manusia lain selain aku. selamat ulang tahun, semoga selalu kau temui bahagia.

bahagiamu

Dahulu, sesuatu itu menyenangkan. Rasanya, bahagia walaupun hanya melihatnya tertawa. Aku pertama kali melihatnya saat MOS dulu Ya, hampir 3 tahun yang lalu. Kau pasti tau arah pembicaraanku kan? Jangan bilang tidak. Karena kau pasti tau. Dan ya, ini memang tentang cinta. Ia tidaklah benar-benar tampan. Tapi, ia dengan senyumnya sudah jelas melekat pada ingatanku. Bahkan, pertama kali bertemu dengannya kukira itu cinta pada pandangan pertama. Tapi bukankah itu tak mungkin? Karena bagiku, cinta pada pandang pertama itu tak ada. Yang ada hanya suka. Kau katakan ia tampan. Kau katakan ia sempurna. Tanpa kau mengenal ia lebih dalam. Bagiku, itu semua omong kosong. Tapi kemudian aku melihatnya. Ia tak tersenyum. Ia juga tak lembut. Ia hanyalah, lelaki. Itu yang aku maksud. Tapi kemudian, tau-tau aku menyukainya. Tau-tau aku merindukannya. Apa? Kau bertanya apakah ia juga menyukaiku? Kau bertanya apakah ia juga merindukanku? Tunggu. Awalnya aku juga mempertan...

TUHAN TIDAK TIDUR

L. Prima Pandu Pertiwi   Katanya, Tuhan tidak tidur Subuh-subuh kudengar ia bermain air Menyatu bersama tanaman di dalam rumah Menyirami aku yang kian hari menguning   Katanya, Tuhan tidak tidur Ia mengeluh di tengah tidur namun tak ada yang mendengar Waktu membuatnya mengais dan meringis Ia menangis   Katanya, Tuhan tidak tidur Ia hanya mengikuti alur Memohon supaya ia tidak pernah hancur Ia tidak akan mundur   Selama ia tidak tidur Aku tidak akan hancur