Langsung ke konten utama

Curcol- Part 2



And second, tragedi nilai ip.
Banyak anak yang udah usaha dengan keras, entah itu dalam hal presensi, tugas dan ujian, ataupun ketiga-tiganya tapi masih kalah sama yang masih males-malesan di kelas dan suka nyontek pas tugas ataupun ujian.
Dan ini terjadi sama sahabatku sendiri. Dia yang udah usaha buat lebih baik dari sebelumnya tapi tetep dapet nilai yang biasa aja.
Sampe-sampe dia kepikiran “apa aku kaya yang lain aja ya el, ga belajar, ga masuk kelas, nyantai-nyantai aja kalo ada tugas, biar ga sekecewa ini pas ternyata dapet segini doang”, aku dengernya sedih banget :(
Dan aku tau tired banget rasanya, karena aku juga pernah ngerasain waktu ujian nasional sma dulu. Hampir semua temenku beli kunci jawaban dan aku mutusin buat ga beli.
Kalian nanya aku gabeli kenapa? Gapunya duit? Punya kok. Segitu doang.
Tapi rasanya berdosa banget aku ke orangtuaku dan diri sendiri. Dengan cuman berbekal tekad dan komitmen yang sering kali runtuh itu, aku mutusin buat ga beli kunci. Dan kalian tau? Aku cuman dapet nilai 2 disalah satu mata pelajaran.


Tapi kembali lagi, percaya aja sama Allah.
Allah tuh Adil.
Mungkin mereka yang jarang belajar dan males-malesan dapat nilai bagus karena ya mungkin itu emang rezekinya. berarti itu emang hak dia yang Allah udah siapin. Dan orang-orang yang udah sekuat tenaga berusaha masih juga dapet nilai yang biasa aja itu juga rezeki dari Allah, mungkin rezeki yang lain masih akan dikasih Allah di lain waktu.
Sama yang kaya aku rasain setahun lalu, aku yang susah payah nahan diri aku buat ga berbuat curang, tetap kalah sama temen-temenku. Di awal.
Tapi Allah tuh Adil.
Setelah semuanya, Allah udah nyiapin tempat terbaik buat aku.
Sama halnya dengan yang lain.
Akan selalu ada rencana lebih baik yang disiapin. Dan kita, cuman harus percaya itu. Sesulit, sesakit apapun itu di awal.

Jadi, buat temen-temen semua, terlebih lagi buat (semoga) sahabat-sahabatku yang baca ini, Allah ga akan nyakitin kalian kok. Anggeplah rasa sakit kalian sekarang itu kaya tabungan, makin sakit yang kalian rasain, makin besar juga tabungan kalian.
Dan suatu saat nanti, pas Allah ngasih ganti, semua rasa sakit itu bakal terbayar.
Percaya sama Allah. Apapun itu, Allah cuman njatuhin sebentar buat siap-siap ngangkat jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

PS: Semoga setiap hati yang merasa akan selalu diberi kekuatan oleh Allah.
 and ofc im not in purpose to humiliate someone or something, sorry not sorry no offense:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kutemukan seorang aku

aku menemukanmu di jalan-jalan panjang itu sebagai seorang anak kecil berbaju biru duduk bersembunyi di ujung belokan situ. aku menemukanmu di jalan-jalan panjang itu sebagai seorang remaja SMA berbaju rapih melongok kecil lewat sekat orang sana-sini menggenggam erat potongan disebut waktu. aku menemukanmu di jalan-jalan panjang itu sebagai seorang lelaki tampan nan bodoh menatap lewat celah dinding roboh sambil memeluk sebuah hangat kau s ebut aku. aku tidak menemukanku aku hanya menemukanmu bagaimana bisa kau sebut hangat itu, aku. aku sudah mengintipmu lewat mata, bibir, hidung, dan semua satuan bagianmu lain. sudah kutamati satu-satu, sampai kamu; kutemukan seorang aku pada sebuah tubuh manusia lain selain aku. selamat ulang tahun, semoga selalu kau temui bahagia.

bahagiamu

Dahulu, sesuatu itu menyenangkan. Rasanya, bahagia walaupun hanya melihatnya tertawa. Aku pertama kali melihatnya saat MOS dulu Ya, hampir 3 tahun yang lalu. Kau pasti tau arah pembicaraanku kan? Jangan bilang tidak. Karena kau pasti tau. Dan ya, ini memang tentang cinta. Ia tidaklah benar-benar tampan. Tapi, ia dengan senyumnya sudah jelas melekat pada ingatanku. Bahkan, pertama kali bertemu dengannya kukira itu cinta pada pandangan pertama. Tapi bukankah itu tak mungkin? Karena bagiku, cinta pada pandang pertama itu tak ada. Yang ada hanya suka. Kau katakan ia tampan. Kau katakan ia sempurna. Tanpa kau mengenal ia lebih dalam. Bagiku, itu semua omong kosong. Tapi kemudian aku melihatnya. Ia tak tersenyum. Ia juga tak lembut. Ia hanyalah, lelaki. Itu yang aku maksud. Tapi kemudian, tau-tau aku menyukainya. Tau-tau aku merindukannya. Apa? Kau bertanya apakah ia juga menyukaiku? Kau bertanya apakah ia juga merindukanku? Tunggu. Awalnya aku juga mempertan...

TUHAN TIDAK TIDUR

L. Prima Pandu Pertiwi   Katanya, Tuhan tidak tidur Subuh-subuh kudengar ia bermain air Menyatu bersama tanaman di dalam rumah Menyirami aku yang kian hari menguning   Katanya, Tuhan tidak tidur Ia mengeluh di tengah tidur namun tak ada yang mendengar Waktu membuatnya mengais dan meringis Ia menangis   Katanya, Tuhan tidak tidur Ia hanya mengikuti alur Memohon supaya ia tidak pernah hancur Ia tidak akan mundur   Selama ia tidak tidur Aku tidak akan hancur