Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

pendek saja, ya.

Gelas itu sudah tak lagi panas, hanya sisa sedikit hangat di tepi-tepi keramiknya. Di depan teh itu, kamu diam. Entah memikirkan apa atau siapa, entah mengapa entah bagaimana. kamu sempat membuka mulutmu sekali dan berkata, 'Aku lelah'. Setelah kalimat itu keluar, bibirmu sudah tak butuh berucap. Aku memahaminya tentu saja, aku tidak lagi membutuhkan hasil kerja semantik di antara kelu lidahmu. Lalu sadar tinggal keringat dingin di sela-sela jemarimu yang sedang enggan menjariku. 'Aku tahu,' jawabku. Aku meraih kembali keramik dengan kepulan kecil sisa seruputanmu tadi dan meneguknya sedikit, 'Cinta sedang melakukan tugasnya, Sayang.'

buatnya,

puisi ini adalah jantung ia berdetak Ia bergerak Dan ia sesak puisi ini adalah setengah dari satuan warna dalam sebuah kotak cat warna penuh warna tapi ia merana kasihan sekali ya sekarang ia mengerti rasanya. semarang, 2018.

teruntuk, aku.

selamat malam, sayang. malam ini terasa sedikit lebih dingin, ya. jadi bagaimana? sudahkah kamu merasa cukup membicarakannya? aku sudah memberimu rentang untuk mengenalnya. kamu pernah meminta padaku, untuk memberimu kisah cinta terbaik sepanjang masa. aku sudah memberikannya, bukan? lalu mengapa kini kamu menangis? bukankah pagi tadi aku masih melihat kamu di bawah kanopi sedang memanggilnya menepi? sudah, sudah. berhentilah menangis. aku sudah bilang padamu, tidak akan ada cinta yang mudah. aku sudah mengingatkanmu berulang kali. tidak akan cukup hanya dengan mencintai, kamu juga akan menyakiti. tidak mengapa, kini kau tahu rasanya kan. bangkit sendiri tanpa ada uluran, merindu sendiri tanpa ada pelukan. selamat tidur, semoga kamu bermimpi kebaikan.

coba saja kalau mau

jangan ya. jangan lagi melihat ke arah pohon-pohon arun tak berdaun yang kerap gugur sepanjang tahun, karena nantinya akan kau rasakan pecah meruak di kedua matamu tanpa laun. jangan ya. jangan coba menatap lewat kepingan-kepingan nisan di tengah kuburan dengan kamboja di pinggiran, karena sesaat lagi akan kau temui erangan angan yang mengejan tiada segan. terakhir kuingatkan ya, jangan bermain dengan rangkulan juga pelukan di sela-sela semalaman yang kemudian mengesan dan mampus jadi kenangan.

aku sudah bilang

sudah kubilang, aku melarang matamu kemana-mana tapi kau tak pernah mau mendengarkan di ujung jalan tempat aku beli sarapan di belokan gang mamang baso malang jualan di udara dan titik-titik embun pagi di barisan depan tempat aku sujud subuh tadi di layar handphone di balik pintu tempat aku sering melamun di langit-langit putih kamarku bahkan di lembar-lembar kuning buku puisiku sudah kubilang, aku melarang matamu kemana-mana karena aku masih saja melihat matamu di mana-mana aku lelah merinduimu di mana-mana.

aku lihat matahari

Aku lihat matahari sudah tidak terang rasanya senja sebentar lagi akan menepi Aku mendengar anjing bernyanyi di jauhan meminta orang-orang berhati berhenti Aku tidak bisa menahan melihat langit itu ada keemasan menggantung di sana-sini Aku belum juga sempat menulis puisi tapi kata-katanya sudah ada tertulis sendiri Aku lihat matahari sudah menghilang aku meleleh sendiri di kota orang Sementara kau berhenti di seberang dan aku semakin melayang Kau jauh di sana dan aku tidak pernah tenang

kutemukan seorang aku

aku menemukanmu di jalan-jalan panjang itu sebagai seorang anak kecil berbaju biru duduk bersembunyi di ujung belokan situ. aku menemukanmu di jalan-jalan panjang itu sebagai seorang remaja SMA berbaju rapih melongok kecil lewat sekat orang sana-sini menggenggam erat potongan disebut waktu. aku menemukanmu di jalan-jalan panjang itu sebagai seorang lelaki tampan nan bodoh menatap lewat celah dinding roboh sambil memeluk sebuah hangat kau s ebut aku. aku tidak menemukanku aku hanya menemukanmu bagaimana bisa kau sebut hangat itu, aku. aku sudah mengintipmu lewat mata, bibir, hidung, dan semua satuan bagianmu lain. sudah kutamati satu-satu, sampai kamu; kutemukan seorang aku pada sebuah tubuh manusia lain selain aku. selamat ulang tahun, semoga selalu kau temui bahagia.

as we

as we grow up, we learn that even the one person that wasn't supposed to ever let us down, probably will. you'll have your heart broken and you'll break others' hearts. you'll fight with your best friends or maybe even fall in love with them, and you'll cry because time is flying by. so take lots of pictures, laugh a lot, forgive freely, and love like you've never been hurt. i hope this will lead us to do something that will change our life like for ever, like it did to hers. -natassa, in Antologi Rasa