sudah kubilang, aku melarang matamu kemana-mana tapi kau tak pernah mau mendengarkan di ujung jalan tempat aku beli sarapan di belokan gang mamang baso malang jualan di udara dan titik-titik embun pagi di barisan depan tempat aku sujud subuh tadi di layar handphone di balik pintu tempat aku sering melamun di langit-langit putih kamarku bahkan di lembar-lembar kuning buku puisiku sudah kubilang, aku melarang matamu kemana-mana karena aku masih saja melihat matamu di mana-mana aku lelah merinduimu di mana-mana.