Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020
sore itu aku lagi-lagi membenci persetan dengan langit yang sedang cantik cerita hangat yang tengah mengalir dekapan di akhir atau bahkan nasehat tentang hidup hari itu merupakan hari pertama dimana (lagi-lagi) sakit hati 3 tahun lalu robek dan menyayat hati aku membela karena aku mencintai nyatanya apa yang mereka bilang benar aku yang terlalu keras hati untuk menyadari sore itu lagi-lagi aku berjanji untuk membenci diam-diam mengutukmu keras-keras  menyumpahimu dengan kasar serta belajar untuk sadar bahwa kamu bukan lagi seorang yang aku kenal aku berjanji untuk tetap menyayangimu, lagi-lagi, dengan hati yang tersisa. aku akan menghakimimu dengan caraku dan kau tak perlu tahu.

Percakapan Lalu

Lelaki itu meletakkan gelas kaca minumannya perlahan, mulai tersenyum. “Kamu ingat, bagaimana pertama kali kita bertemu?” Perempuan di depannya balik tersenyum dan dengan semangat mengangguk. “Tentu saja. 5 tahun yang lalu. Hari itu hari yang mendung, bukan? Aku kedinginan di tempat dudukku. Dan kamu di seberangku ikut merapatkan jas kerjamu. Kamu sedang menelpon, kan? Aku sempat melihatmu tersenyum di telepon.” Lelaki itu tersenyum kecil, ia menyandarkan tubuhnya perlahan.. “Aku juga mengingatnya. Hari itu udaranya dingin sekali. Aku duduk di bangku itu menunggu, dan kamu juga duduk di sebelah lelaki. Aku pikir dia lelakimu. Aku awalnya masa bodoh dengan kamu yang hanya memakai rok pendek hitam dan kemeja krem berbahan tipis. Tapi tak lama kemudian aku juga melihatmu menghangatkan tangan kamu, dan lelaki itu acuh. Jadi disitulah aku sadar bahwa kamu sendirian.” Perempuan itu tersenyum kecil, “Lelaki tampan di sebelah aku itu, ya? Ah, aku saja sudah lupa bagaimana wajahnya. Aku hanya i...